Purna Paskibraka Indonesia

Kota Administrasi Jakarta Pusat

SMA PGRI Cikampek, juara lomba baris berbaris indah

KARAWANG (Pos Kota) – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 83 Tahun 2011 di Karawang ini,  harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas dan memper teguh sikap pemuda melalui tataran kultur pemuda Kabupaten Karawang yang memiliki jatidiri, profesional dan memiliki etos kerja yang tinggi.

Sehingga dapat melanjutkan perjuangan bangsa yang selaras kearah kemajuan yang lebih baik dari sebelumnya.

Demikian disampaikan Bupati Karawang, H. Ade Swara, pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-83 tahun 2011 di Lapang Karang Pawitan  Karawang, Jum’at (28/11).

Bupati pada kesempatan tersebut berpesan kepada segenap Pemuda Karawag agar menjadi pemuda yang profesional, mempunyai integritas dan solidaritas, artinya pemuda yang memiliki etos kerja, kreativ, inovatif, trampil, produktif dan memiliki daya saing  serta pemuda yang berakhlak mulia, jujur, berani dan terbuka bertanggung jawab memegang komitmen dan mampu menumbuhkan jiwa sosial, ujarnya.

Bupati melanjutkan, kehidupan pemuda dalam percaturan global akan menjadi eksis apabila mengacu pada tiga pilar kekuatan utama dalam pembangunan pemuda, yaitu profesional, integritas dan solidaritas.

“Itulah tiga pilar yang diyakini mampu menjadi penopang bagi tetap kokohnya pembentukan karakter bangsa dalam kehidupan global, Jiwa dan semangat para pemuda perlu terus diaktualisasikan, sehingga dapat tetap relevan.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan trophy bergilir, kepada SMA PGRI Cikampek, sebagai juara Lomba Baris Berbaris Indah yang diikuti 35 SMA/SMK se-Kabupaten Karawang yang diadakan oleh Purna Paskibraka Indonesia Karawang yang Didukung oleh DPD KNPI. (nourkinan/dms)

Filed under: Berita Paskibraka

Protected: Paskibraka 2011 Jakarta Pusat

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Filed under: PPI Jakarta Pusat

Wali Kota kukuhkan anggota Paskibraka

JAKARTA (Sinarharapan.co.id)   – Sebanyak 37 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jakarta Pusat 2011 dikukuhkan Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah dan disaksikan para orang tua masing-masing anggota Paskibraka, di ruang Serbaguna Kantor Wali Kota, Senin (15/8) siang.

 “Sebagai anggota Paskibraka harus bangga, karena berkat kerja keras kalian dapat membuahkan hasil, namun juga harus bekerja keras dalam meningkatkan prestasi sekolah, sebab kalian ini penerus bangsa,” ujarnya.  Wali Kota mengatakan, dari 600 pelajar di Jakarta Pusat yang telah mengikuti proses seleksi, dipilih 60 orang terbaik. Kemudian diseleksi lagi menjadi 30 orang untuk diseleksi ke tingkat DKI Jakarta. Bagi yang tidak terpilih di tingkat provinsi kemudian diseleksi lagi ke tingkat wilayah menjadi 37 orang.

“Anggota Paskibraka harus dapat menjalankan tugas dengan baik dan mampu menyeimbangkan kegiatan sekolah, serta menjaga sikap sopan dan santun, karena sebagai anggota Paskibraka harus memberi contoh supaya dapat ditiru teman-teman yang lain. Ini merupakan kebanggaan orang tua dan guru di sekolah,” jelas Saefullah. (CR-19)

Link : http://www.sinarharapan.co.id/content/read/wali-kota-kukuhkan-anggota-paskibraka/

Filed under: PPI Jakarta Pusat

Paskibraka harus jadi contoh remaja lain

GAMBIR (Poskota.co.id) – Anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Jakpus tahun 2011, Senin (15/8) dikukuhkan walikota. Mereka diminta untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya dan harus mampu menjadi contoh bagi remaja yang lain. “Menjadi anggota Paskibra merupakan orang yang dipercaya untuk mengemban tugas melaksanakan upacara hari besar. Diharapkan mereka bisa bekerja dengan baik dan bisa menjadi contoh,” kata Walikota Jakpus, H. Saefullah saat mengukuhkan 37 anggota Paskibra Jakpus. Hadir Kasudin Olahraga, Latif Lubis

SIKAP SOPAN

Sebagai anggota Paskibra harus mampu menyeimbangkan kegiatan sekolah dengan tugas-tugasnya serta menjaga sikap sopan santun. Selain itu, harus menjadi contoh bagi teman-teman yang lain, karena merupakan kebanggaan orang tua dan sekolah. Apalagi menjadi anggota Paskibra merupakan pilihan, yang diseleksi dari 600 siswa siswi di Jakpus. Selanjutnya dipilih 60 anak terbaik yang diseleksi jadi 30 anak untuk diseleksi di tingkat DKI Jakarta. Bagi yang tidak terpilih di tingkat DKI Jakarta diseleksi jadi 37 anak. (tarta/b)

Link : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/15/paskibraka-harus-jadi-contoh-remaja-lain

Filed under: PPI Jakarta Pusat

66 pemuda terpilih sebagai Paskibraka Nasional

Mereka diseleksi dari sekolah-sekolah dari tingkat kabupaten, provinsi lalu ke tingkat nasional. Mereka yang terbaik dan akan mengibarkan bendera pusaka pada 17 Agustus di Istana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 66 pemuda dari 33 provinsi terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk bertugas pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-66 di Istana Merdeka, Jakarta.

“Mereka diseleksi dari sekolah-sekolah dari tingkat kabupaten, provinsi lalu ke tingkat nasional. Mereka yang terbaik dan akan mengibarkan bendera pusaka pada 17 Agustus di Istana,” kata Menpora Andi Mallarangeng saat pengukuhan Paskibraka, di Jakarta, Kamis (21/7).

Mereka yang terdiri dari 33 putra dan 33 putri tersebut akan berlatih 20 Juli-19 Agustus 2011 di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional, Cibubur, Jakarta Timur. Andi mengatakan, latihan akan keras tapi mengesankan sehingga tidak akan terlupakan seumur hidup.

Andi mengingatkan bahwa mereka akan berlatih termasuk saat bulan puasa sehingga mereka yang berpuasa akan terasa makin berat. Namun demikian Andi meminta mereka dapat melakukan latihan dengan baik. Dia meminta mereka menjaga kondisi tubuh sehingga bisa tampil maksimal.

Paskibraka akan dilatih oleh para pelatih dari Garnisun Tetap-1/Jakarta dan nantinya akan menjalankan tugas negara untuk menaikkan dan menurunkan bendera pusaka di Istana Merdeka, 17 Agustus 2011. Paskibraka juga dijadikan sebagai Duta Belia oleh Kementerian Luar Negeri.

Dari tanggal 20 sampai dengan 26 Agustus 2011 mereka akan mengunjungi beberapa negara ASEAN. Selesai latihan dan sebagai Duta Belia, tanggal 27 Agustus mereka akan kembali ke provinsi masing-masing.

Pada kesempatan itu, Andi juga mengingatkan bahwa kegiatan yang dilakukan Paskibraka pada saat pengibaran bendera akan menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia karena antara lain disiarkan seluruh televisi. Andi bersyukur selama ini Paskibraka mampu melaksanakan tugas tersebut dan membanggakan. “Saya minta kalian juga siap dan membanggakan,” kata Andi.

Sementara itu, Asisten Deputi Kepemimpinan Pemuda, Kemenpora, Jonni Mardizal dalam keterangan tertulisnya mengatakan, untuk penyeragaman pelaksanaan semua rangkaian kegiatan Paskibraka diperlukan adanya Norma Standar Prosedur Kriteria yang selanjutnya dapat dijadikan pedoman/acuan bagi seluruh provinsi dalam penyelenggaraan kegiatan Paskibraka.

Filed under: Berita Paskibraka

JPI & BPAP tahun 2011 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Tanah Abang – Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) adalah media mempertemukan wakil pemuda seluruh Indonesia dan merupakan progam tahunan yang di selenggarakan oleh kementrian pemuda dan olahraga yang dirancang untuk meningkatkan wawasan dan komunikasi sambung nalar pemuda se-Indonesia guna meningkatkan kreativitas dan kemandirian pemuda, demi terwujudnya pembangunan Indonesia yang adil, makmur dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, para pemuda juga di harapkan dapat mengembangkan dirinya melalui proses Interaksi dengan budaya dan kreativitas lokal sehingga menjadi kekuatan bersama untuk menjauhkan pemuda dari perilaku destruktif dengan memberi kegiatan positif sekaligus meningkatkan kemampuan teknis agar menjadi pemuda andalan dan penggerak dalam kehidupan bermasyarakat khususnya kalangan generasi muda.

Wakil dari PPI Jakarta Pusat

Program Bhakti Pemuda antar Provinsi dibuka untuk umum dan diikuti oleh pemuda/i sesuai daerah domisilinya. Berbagai macam dari elemen masyarakat atau personal yang memenuhi kriteria dan persyaratan ikut berpartisipasi dalam program ini. Dari PPI Jakarta Pusat berpartisipasi mengirimkan calon untuk diikutsertakan. Sepuluh orang dari PPI Jakarta Pusat yang telah dialokasikan, hanya dua orang nama dari PPI Jakarta Pusat berhasil lolos dalam program ini, yaitu Nenden Febrisa M. (Febi’09) dan Laras Ariesta P (Laras’09). Dua orang dari PPI JP dan 2 orang lagi dari eleman lain mewakili dari Jakarta Pusat untuk di gabungkan oleh 5 wilayah lain. Dari Jakarta Pusat terdapat 4 orang wakil, Jakarta Selatan 8 orang wakil, Jakarta Utara 3 orang wakil, Kep. Seribu 3 orang wakil, Jakarta Barat dan Jakarta Timur maaf lupa jumlahnya sehingga total yang dikirim ke DKI berjumlah 32 orang yang mewakili Provinsi DKI Jakarta untuk program Bakti Pemuda antar Provinsi ini.

Berdasarkan informasi yang didapat via telepon beberapa waktu yang lalu (7/7), Nenden Febrisa M yang biasa kita sapa dengan Febi’09 menyampaikan kabar dan kondisinya disana dalam keadaan baik baik saja dan malahan sangat senang sekali mengikuti program ini. Feby yang ditugaskan di Lombok Barat NTB, tepatnya di desa Sela (red- maaf apabila salah dalam penyebutan desa ini) tinggal bersama penduduk setempat (Keluarga Bapak Supardi – yang merupakan Bendahara Kepemudaan di Dispora Provinsi NTB). Berbeda lokasi dengan Feby, Laras yang juga merupakan satu angkatan di Paskibraka Jakarta Pusat tahun 2009 mendapatkan tugas di Provinsi Maluku.

Dari penuturan Feby, program ini memberikan banyak pengetahuan dan informasi tentang kebudayaan daerah setempat seperti mempelajari tarian, adat istiadat, makanan khas daerah sana, pakaian adat, dan juga tata krama dan kehidupan bermasyarakat disana. Selain itu, disana juga diikut sertakan organisasi kepemudaan setempat untuk saling berinteraksi dan memperkenalkan budaya masing-masing. Sungguh ini memberikan challage yang baru bagi Feby untuk bisa membawa misi dari Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan seni budaya kota Jakarta.

Sebelum diterjunkan ke Provinsi tujuan, para wakil-wakil ini mendapatkan pembekalan materi dan pengetahuan dalam Jambore Pemuda Indonesia (JPI) yang diadakan di kota Malang pada tanggal 18 Mei kemarin selama satu minggu. Setelah mengikuti Jambore tersebut, barulah para wakil-wakil ini diterjunkan ke Provinsi masing-masing tujuan.

Sesuai jadwal dan agenda program ini, tanggal 15 Juli nanti mereka sudah kembali ke Jakarta. Mari semua, teman-teman, kakak-kakak dan adik adik, berikan doa, semangat dan dukungan kepada duta-duta kita ini agar dalam tugasnya diberikan kemudahan, kesehatan, dan selamat sampai pada akhirnya sehingga dapat mengapresiasikan pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga bagi kita semua.

Filed under: PPI Jakarta Pusat

PPI JP 2009, Mom’s Arie : “I’m proud of you Arie …”

Salah satu artikel dari orang tua anggota Paskibraka tahun 2009 yang menceritakan secuil tentang perjalanan anaknya dalam proses pelatihan Paskibraka di Jakarta Pusat. Patut disimak dan semoga memberikan motivasi untuk terus belajar dan berprestasi. Berikut kutipannya dalam blog pribadi Ibu Wita di Jakarta,

Berbeda dengan apa yang pernah saya alami sebelumnya, beberapa minggu menjelang hari Kemerdekaan Indonesia ke 64 pada 17 Agustus 2009 ini terasa begitu mengharukan sekaligus membanggakan bagi saya. Mengapa demikian, karena M Arif Rahman (Arie) anak laki-laki saya yang kedua terpilih menjadi anggota PASKIBRAKA Jakarta Pusat 2009 setelah melalui seleksi yang ketat mulai dari tingkat sekolah SMA Negeri 68 Jakarta Pusat sampai dengan tingkat Kotamadya Jakarta Pusat.

Meski sebenarnya Arie juga berkesempatan mengikuti seleksi PASKIBRAKA tingkat provinsi DKI Jakarta sampai tahap akhir, namun karena berat badan kurang (minimal 60 kg sedangkan Arie cuman 52 kg..rada kurus..hehe) ya nggak jadi lolos!. Tapi…prestasi yang diraihnya ini adalah surprise bagi saya sekeluarga. Karena selain nilai rapor dan prestasi di sekolah, fisik yang kuat dan sehat juga disyaratkan dalam seleksi PASKIBRAKA ini. Kebanyakan orang di lingkungan keluarga dan teman-temannya mengenal Arie sebagai sosok yang pendiam, lembut/tenang/calm dan penyayang. Yang tentunya sangat bertolak belakang dengan apa dijalankan di PASKIBRAKA yang mana harus berlatih dengan keras dan disiplin yang dikonotasikan dengan latihan tentara/ABRI.

Alhamdulillah, dengan tekad yang kuat dari diri sendiri untuk berprestasi, akhirnya Arie mampu untuk mengikuti semua proses dari mulai seleksi, latihan awal, training camp di Markas ABRI Cilodong, Depok hingga tahap akhir menjelang pelantikan dan hari-H dengan kondisi kesehatan yang prima. Ya….meski terlihat kurus, ternyata fisiknya cukup kuat dan berdaya tahan tinggi . Saat itu di dalam hati sebenarnya saya merasa kasihan melihat Arie harus mengikuti berbagai latihan yang meletihkan tersebut, apalagi kegiatan belajar di sekolah juga tidak boleh diabaikan. Tapi Arie terlihat sangat tegar dan bersemangat untuk dilantik menjadi anggota PPI (PASKIBRAKA), sehingga saya hanya bisa mendukung kemauannya tersebut dengan memperhatikan makanan dan perlengkapannya.

Akhirnya datanglah hari yang dinanti Arie dan saya sekeluarga. Setelah hari Jum’at, 14 Agustus 2009 kemarin Arie resmi dikukuhkan menjadi anggota PASKIBRAKA 2009 tingkat kotamadya Jakarta Pusat, maka pada hari-H 17 Agustus 2009 pagi tadi Arie bertugas di PASKIBRAKA sebagai..pengibar bendera!!! wow…keren…I’m proud of you, son! Perlu diketahui, bahwa di dalam pola pelatihan Paskibraka dimanapun di seluruh Indonesia, pembagian tugas baru dilaksanakan pada malam atau pagi hari sebelum hari H. Jadi pada intinya seluruh calon anggota PASKIBRAKA diwajibkan berlatih untuk semua formasi yang ada. Dan formasi yang paling penting dan mendebarkan sekaligus juga membanggakan adalah pembawa baki bendera untuk wanita dan pengibar bendera bagi laki-laki. Khusus untuk itu maka yang dipilih adalah yang dianggap paling siap secara mental karena itulah yang paling dibutuhkan.

Ya… sekali lagi saya surprise…. tidak percaya sekaligus cemas…hehe..mengapa? Bagaimana tidak…ada rasa ketakutan dan keraguan dalam hati saya sebagai ibunya….apakah Arie mampu untuk melaksanakan tugas berat yang dibebankan kepadanya di depan mata Walikota, pejabat di lingkungan Jakpus serta pengikut upacara yang ramai ini? Apa benar Arie adalah anak yang paling siap secara mental…apa nggak salah? Apakah nanti dia mampu untuk melakukan tugas yang harus sempurna tanpa boleh ada kesalahan sekecil apapun karena ini adalah pengibaran bendera 17 Agustus yang sakral?..Bisa nggak Ari ya? Duh…jujur..saya sampai nggak berani melihat langsung….. dan dalam hati ini terus menerus berbunyi….dag dig dug…lho!

Ternyata para pelatih dan seniornya benar….Arie mampu melaksanakan tugas dengan baik. Saya sangat bersyukur kepada Allah sekaligus juga terharu….ternyata kemampuan mental Arie saat ini jauh berkembang di luar dugaan saya. Latihan PASKIBRAKA yang diikuti selama beberapa bulan ini membuat Arie anak saya menjadi Arie yang tegas, bertanggung jawab, percaya diri dan dewasa.

Terima kasih ya Allah…. atas semua berkah dan rahmat yang telah dilimpahkan bagi kami sekeluarga….Amien!

http://witarifol.blogspot.com/2009/08/paskibraka-jakarta-pusat-2009-im-proud.html

Filed under: PPI Jakarta Pusat

Hasil seleksi Capaska 2011 Provinsi DKI Jakarta

Cibubur – Seleksi Capaska 2011 tingkat Provinsi DKI Jakarta telah berlangsung dari tanggal 18-20 May 2011 bertempat di Buperta Cibubur, Jakarta. Pada hari ini hasilnya telah diumumkan secara resmi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Seleksi yang diikuti oleh 6 Wilayah yang ada di DKI Jakarta dengan total peserta 180 siswa SLTA/Sederajat.  Pada hari pertama (18/5) dipilih sebanyak 90 orang dengan perwakilan dari Capaska JP 19 orang berhasil lolos. Pada hari kedua (19/5) panitia seleksi memilih sebanyak 60 orang, dan pada hari kedua ini Capaska JP berhasil 9 siswa yang lolos. Pada hari 3 (terakhir 20/5), panitia seleksi memilih 30 siswa/I (sudah termasuk Nasional). Dari Capaska JP berhasil lolos sebanyak 4 siswa (2 Putra, 2 putri). Dan pada hari ini juga ditentukan perwakilan Provinsi DKI Jakarta untuk ke tingkat Nasional.

Berikut nama-nama adik kita yang lolos ke tingkat Provinsi DKI Jakarta : 

Putra :
1. Muhammad Dyan Pratama (Tama) asal sekolah SMKN 2
2. Viktorian Rotty (Viktor) asal sekolah SMUN 10

Putri :
1. Putri Pratiwi (Tiwi) asal sekolah SMK N 1 *
2. Khoirunnisa Melinda (Linda) asal sekolah SMK KESDAM Jaya

* Merupakan Cadangan Nasional Putri 2011

Demikian disampaikan kepada kakak-kakak dan adik-adik sekalian untuk dapat diketahui. Dukungan dan support kepada adik-adik kita Capaska 2011 akan selalu kita sertakan untuk yang terbaik.

Filed under: PPI Jakarta Pusat

35 Paskibraka Inhu untuk HUT RI ke-66 sgera dikarantina

Meskipun peringatan HUT RI ke-66 masih cukup lama, namun Pemkab Inhu telah melakukan persiapan. Salah satunya adalah akan menkarantinakan 35 anggota Paskibraka.

Riauterkini -RENGAT-Guna memperingati Kemerdekaan RI yang ke 66 Agustus mendatang, Pemkab Inhu akan mengkarantinakan 35 orang Pasukan pengibar bendera sang saka (Paskibaraka) selama 18 hari di Rengat. Dimana dua diantaranya merupakan paskibraka cadangan.

Sebagaimana di sampaikan Sekretaris Disporabudsata Kab Inhu Jawalter MPd, kepada wartawan Kamis (5/5/11) mengatakan, berdasarkan hasil seleksi Disporabudsata Kab Inhu kemarin, dinyatakan, sebanyak 35 orang siswa-sisi tingkat SLTA kelas I dan II menjadi pasukan pengibar bendera sang saka (paskibraka) pada agustus mendatang.

”Ke 35 paskibraka itu, 30 orang untuk kebutuhan paskibraka kabupaten Inhu, dan 3 orang untuk utusan paskibaraka tingkat Propinsi di pekanbaru. ‘dua orang kita siapkan sebagai cadangan” ujar Jawalter.

Pada tahap seleksi, Jawalter mengaku, para siswa yang terpilih menjadi paskibraka tahun 2011 untuk HUT RI ke 66 berdasarkan penyeleksian yang selektif. Seperti, postur tubuh dan tinggi badan. tandasnya.

Menyinggung tentang pembinaan selama di karantina, para paskibraka akan dikarantina selama18 hari di Rengat. Sementara instruktur dan Pembina, selain melibatkan unsure TNI POLRI, Disporabudsata juga melibatkan para purna paskibaraka.

Ditambahkannya, 35 orang paskibraka yang lolos seleksi di dominasi siswa-siswi SLTA kecamatan Rengat. tegas Jawalter tanpa merinci lebih lanjut.***(guh)

Filed under: Berita Paskibraka

Cika: Ulu hati saya dipukul …

JAKARTA, KOMPAS.com — Kerasnya latihan pasukan pengibar bendera (paskibra) yang dialami Dayang Cantikasari (15) mengakibatkan dirinya sempat dirawat di rumah sakit selama empat hari. Tidak hanya latihan keras, siswi kelas 1 SMK PGRI Jalupang, Tigaraksa, Tangerang, ini juga mengaku mengalami tindak kekerasan atas nama sanksi kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya itu.

“Ia dirawat selama empat hari di RSUD Tangerang, tanggal 4-8 Maret 2011,” kata Jumiati (35), ibu korban, di kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Pasar Rebo, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Hasil visum et repertum yang dikirimkan RS Mulia Insani Tangerang dan ditandatangani dr Nathan menunjukkan adanya sejumlah gangguan fisik pada diri Dayang Cantikasari yang akrab disapa Cika ini. Kelainan terutama ditemukan pada daerah sekitar perut yang mengalami bengkak seukuran 3 x 3 cm di samping pinggang kanan dan bengkak merah coklat seukuran 7 x 6 cm di perut kanan bagian atas. Kedua pembengkakan itu menyebabkan rasa nyeri yang dialami korban.

Selain itu, organ gerak Cika juga mengalami pembengkakan sebesar 5 x 4 cm di lengan bawah kanan dalam dan bengkak memar di punggung kaki kiri. Dari kelainan organ fisik pada diri korban, kesimpulan visum tersebut adalah adanya trauma jaringan pada pinggang kanan, perut kanan atas, lengan bawah kanan, dan kaki kiri yang disebabkan oleh benda tumpul.

Seperti diberitakan, rangkaian tindak kekerasan itu dialami Cika saat acara pelantikan calon paskibra di SD Bantar Panjang, Tigaraksa, Tangerang. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tanggal 19 Februari hingga dini hari pada 20 Februari itu selain diisi dengan latihan fisik yang keras dan disertai hukuman fisik di luar kewajaran.

Cika menuturkan, ia dan delapan calon paskibra dari SMK PGRI Jalumpang, disuruh push-up sebanyak 100 kali. Karena tidak sanggup, Cika mengaku ditendang-tendang dari belakang oleh pelatihnya. Salah seorang pelatih bernama Anissa kemudian mengangkat rok Cika dan memasukkan kaki kemudian menendang perutnya.

“Setelah itu, saya diangkat hingga berdiri dan ulu hati saya dipukul oleh Anissa,” ungkap Cika.

Tidak hanya itu, ia pun masih ditempeleng oleh komandan instruktur paskibra yang bernama Lingga.

Pada 20 Februari pagi, Jumiati yang bermaksud mengantar makanan mendapatkan putrinya dalam keadaan sakit dan tidak bisa bangun. Ia kemudian meminta anaknya segera pulang.

Cika kemudian diantar ke rumah oleh seorang temannya dengan menggunakan sepeda motor. Sesampainya di rumah, Cika hanya bisa terbaring lemah karena sakit yang dirasakan akibat hukuman pada dirinya.

“Dia (Cika) enggak mau ngomong apa yang terjadi. Mungkin karena takut. Jadi, saya pikir itu sakit biasa,” tutur Jumiati.

Itu juga yang menurutnya menjadi salah satu alasan Cika terlambat menjalani perawatan. Kejadiannya sendiri baru diketahui sang ibu dari penuturan teman-temannya.

“Sayangnya, saat dimintai keterangan oleh polisi semuanya (teman Cika) mengaku tidak melihat kejadian tersebut,” kata Jumiati.

Inilah yang kemudian dijadikan alasan terkatung-katungnya penyidikan kasus oleh pihak Polsek Tigaraksa. Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa Cika.

“Masa kegiatan yang berada di bawah naungun lembaga pendidikan masih menerapkan latihan-latihan fisik yang di luar kewajaran tersebut terhadap anak didik,” kata Arist.

Ia menegaskan, pihaknya akan meminta Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh untuk mengoreksi pola latihan paskriba yang selama ini terjadi.

“Ini sudah dua kasus. Seperti yang di Cibubur, ada pola-pola kekerasan dalam pembinaan calon paskibra,” kata Arist.

Sebelumnya, pernah terjadi kasus pelecehan yang dialami anggota Paskibraka Provinsi DKI Jakarta saat menjalani pelatihan di Cibubur, Jakarta Timur. Tindakan itu dilakukan oleh lima senior Paskibraka yang menjadi instruktur dalam latihan.

Filed under: Berita Paskibraka

80 calon Paskibraka bersaing wakili Sumut

Beritasore.com | Mei 6, 2011 ·

MEDAN (Berita): Terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan dambaan setiap pelajar LTA di penjuru Tanah Air, termasuk di Sumatera Utara (Sumut).

Mereka yang terpilih menjadi anggota Paskibraka tentunya boleh merasa bangga, karena sebelum terpilih setiap calon yang masuk nominasi harus menjalani sederetan tahapan seleksi, baik fisik maupun non fisik.

Di Sumut, proses seleksi calon Paskibraka yang akan mewakili provinsi ini ditangani oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerjasama dengan instansi terkait.

Dalam rangka mempersiapkan dua orang Paskibraka terbaik yang akan mewakili provinsi ini pada peringatan detik-detik HUT ke-66 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta, Dispora Sumut menggelar seleksi.

Kegiatan yang digelar 3 Mei tersebut dirangkaikan dengan seleksi pemilihan calon Paskibraka tingkat Provinsi Sumut dan seleksi Program Bhakti Pemuda Antar Propinsi (BPAP) tahun 2011.

Seleksi yang berlangsung di  Asrama Haji Pangkalan Mansyur Medan itu diikuti sebanyak 140 orang yang  terdiri dari 80 orang peserta seleksi Paskibraka dan 60 orang peserta seleksi BPAP utusan kabupaten/kota se-Sumut.

Sedangkan tim seleksi Paskibraka melibatkan perwakilan  dari Batalyon Kav-6 Serbu Kodam I/BB, Purna Cakra Muda Indonesia Sumut, Dispora Sumut dan Purna Paskibraka Indonesia Sumut. Tim seleksi BPAP berasal dari DPD KNPI Sumut, Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI), Dinas Pendidikan Kota Medan, Universitas Negeri Medan, Dewan Kerajinan Nasional Sumut serta Dispora Sumut.

Materi seleksi Paskibraka, antara lain ujian tulis pengetahuan umum dan kepaskibrakaan, wawancara Bahasa Inggris, organisasi purna paskibraka Sumut dan kesamaptaan, postur tubuh yang meliputi tinggi dan berat badan ideal. Materi seleksi BPAP masing-masing tes tertulis pengetahuan umum, tari-tarian, tehnik vocal seni suara, pengetahuan home industry, tata krama, kepribadian, pola hidup sehat dan kemampuan fisik.

Ketua Panitia Seleksi Drs Suwandono menyebutkan, tujuan dari seleksi adalah untuk mendapatkan sekaligus menentukan dua peserta terbaik yang akan mewakili Sumut ke Paskibraka nasional.

Selanjutnya mereka akan bergabung dengan utusan Paskibraka seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional Jalan Jambore No.1 Cibubur Jakarta Timur mulai tanggal 20 Juli 2011.

Khusus untuk Paskibra tingkat Sumut, pihaknya merekrut sebanyak 66 orang pelajar terbaik dari seluruh kabupaten/kota.

Sebelum melaksanakan tugas menaikkan dan menurunkan bendera merah putih pada puncak peringatan HUT RI tingkat Provinsi Sumut di Lapangan Merdeka Medan, mereka  akan dibekali latihan di bawah bimbingan instruktur akan bertugas  dari Kodam I/BB.

Kadispora Sumut Ristanto, SH, Sp.N dalam arahannya kepada para peserta menyampaikan, anggota Paskibraka sebagai generasi penerus yang menjadi harapan bangsa harus berkualitas .

“Sehingga nantinya bisa berperan aktif dalam membangun bangsa. Kalian harus punya keunggulan dan daya saing yang tinggi menghadapi tantangan dan peluang di masa yang akan datang,” katanya.

Di era globalisasi saat ini, tambah Ristanto generasi muda akan dihadapkann dengan sejumlah tantangan. Untuk itu kata dia generasi muda harus memiliki jiwa dan semangat juang yang tinggi sebagaimana yang telah diperlihatkan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Ristanto juga berharap generasi muda khususnya para peserta Paskibraka dan BPAP Sumut agar menghindari hal-hal negatif yang saat ini kerap melanda kaum muda, seperti penyalahgunaan Narkoba.(irm)

Filed under: Berita Paskibraka

Futsal friendly match

PPI JP  with PPI JU “Futsal Friendly Match” :

Jumat 6/5/2011 di lapangan Cosmo Futsal [Jl. Pelepah Raya, Komp. Gudang Bulog 31-32 Telp 4516124], Jam main  : Pk. 20.00 – 21.00 WIB.

Bagi yang mau ikut berpartisipasi silahkan gabung. Dimohon hadir ½ jam sebelum jam main / pertandingan.

Info lebih lanjut hub Kak Dwi Sasongko’05 : 02192649386, 083899820607, 08988276118

Filed under: PPI Jakarta Pusat

Flag-Raising team selection, C. Jakarta sends 350 students

BERITAJAKARTA.COM – As many as 350 students of senior high school (SMA) throughout Central Jakarta to participate the selection of flag-raising team (Paskibra) in Jakarta Provincial level. 60 out of 350 students have right to represent Central Jakarta in province selection.

Central Jakarta Mayor Saefullah said the Paskibra is one of the activities as an effort to improve achievement for student. Thus, the young generation may form an independent, skilled, disciplined and potentially and can be taken as an example for other students. “The school is the place to provide guidance and develop the talent for students, besides they can develop their self and become a useful person to the nation and country,” he stated, Monday (4/25).

Central Jakarta Section of Youth for Sport and Youth Agency, stated there are 60 students; 30 male and 30 female participating the selection. They will be trained during two months in city level and will be sent to provincial level in July 2011. He explained, about 6 students of Central Jakarta Paskibra was selected as the Paskibra team in national level last year. In this year, the Central Jakarta Paskibra team will improve to enter in national level.


Translator: adi

Filed under: Berita Paskibraka

PPI JP all member

This slideshow requires JavaScript.

Filed under: PPI Jakarta Pusat

PPI JP all frames

This slideshow requires JavaScript.

Filed under: PPI Jakarta Pusat

2004 with PDU action !

This slideshow requires JavaScript.

Filed under: PPI Jakarta Pusat

Sembilan Delapan on the Picture

PPI Jakarta Pusat 1998

This slideshow requires JavaScript.

Filed under: PPI Jakarta Pusat

Ayah korban penganiayaan Paskibraka minta kasus diusut tuntas

TANGERANG- Ayah korban penganiayaan terhadap siswa Dayang Cantika (15) anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka oleh senior, Sulaiman, meminta aparat Polsek Metro Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mengusut tuntas kasus yang menimpa anaknya.

“Agar tidak terulang kembali terhadap siswa anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) lainnya,” kata Sulaiman dihubungi Senin. Menurut dia, bila polisi dapat mengusut tuntas dan mengajukan pelaku hingga ke meja hijau, maka ini merupakan tindakan adil terhadap korban.

Pernyataan tersebut sehubungan anggota Paskibraka Kabupaten Tangerang, Dayang Cantika dirawat di RSU setempat akibat dianiaya oleh lima senior dengan cara harus “push up” sebanyak 100 kali kemudian diinjak.

Bahkan siswi kelas I SMK PGRI Jelumpang, Tangerang, Kecamatan Tigaraksa itu akhirnya diangkat kemudian dibanting disertai pukulan. Tidak puas dengan siksaan itu, senior juga menempeleng bagian kepala sehingga pusing dan terjatuh ke tanah.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengaku ulu hati terasa sakit, serta tangan sulit untuk digerakkan sehingga harus diantar teman pulang ke rumah.

Sulaiman mengatakan, ketika dilakukan reka ulang terhadap aksi penganiayaan di SD Bantar Panjang, Kecamatan Tiga Raksa beberapa saksi tidak dihadirkan.

Sementara itu, Kapolsek Metro Tigaraksa AKP Amin Abdullah mengatakan, sejumlah saksi telah diminta keterangannya mengenai dugaan penganiayaan tersebut. Amin mengatakan, pihaknya berupaya agar kasus tersebut juga dapat disidangkan ke meja hijau karena berkas perkara secepatnya diajukan ke aparat Kejaksaan Negeri Tigaraksa.

Sebelumnya, polisi mengalami kendala mengungkap kasus tersebut karena masing-masing siswa mengelak untuk diminta keterangan. Namun setelah polisi melakukan kerja sama dengan majelis guru maka upaya meminta keterangan berjalan lancar. Demikian pula semula pihak sekolah menolak masalah ini dibawa ke polisi karena sudah ada perdamaian orang tua murid dengan senior yang dijembatani majelis guru.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Antara

Filed under: Berita Paskibraka

Sejarah Bhineka Tunggal Ika

Kita sebagai bangsa Indonesia tentu sering melihat dan sangat mengenal gambar di atas ini. Namun apakah kita benar-benar mengenal gambar tersebut? Jika ditanya itu gambar apa, tentu kita bisa menjawabnya. Namun apakah kita bisa menjawab dengan benar apa nama gambar itu? Siapa perancang gambar itu? Bisakah anda menjelaskan secara detail lambang-lambang yang terkandung di dalamnya? Marilah kita mulai satu per satu.

Sekilas

Gambar di atas itu merupakan lambang negara Indonesia. Lambang negara berupa seekor Burung Garuda berwarna emas yang berkalungkan perisai yang di dalamnya bergambar simbol-simbol Pancasila, dan mencengkeram seutas pita putih yang bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA”. Sesuai dengan desainnya, lambang tersebut bernama resmi Garuda Pancasila. Garuda merupakan nama burung itu sendiri, sedangkan Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang disimbolkan dalam gambar-gambar di dalam perisai yang dikalungkan itu. Nama resmi Garuda Pancasila yang tercantum dalam Pasal 36A, UUD 1945.

Sejarah

Sultan Hamid II

Perancangan lambang negara dimulai pada Desember 1949, beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950, dibentuklah Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan lambang negara. Dari berbagai usul lambang negara yang diajukan ke panitia tersebut, rancangan karya Sultan Hamid II lah yang diterima. Sultan Hamid II (1913–1978) yang bernama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie merupakan sultan dari Kesultanan Pontianak, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan juga Menteri Negara Zonder Portofolio pada era Republik Indonesia Serikat.

Setelah disetujui, rancangan itupun disempurnakan sedikit demi sedikit atas usul Presiden Soekarno dan masukan berbagai organisasi lainnya, dan akhirnya pada bulan Maret 1950, jadilah lambang negara seperti yang kita kenal sekarang. Rancangan final lambang negara itupun akhirnya secara resmi diperkenalkan ke masyarakat dan mulai digunakan pada tanggal 17 Agustus 1950 dan disahkan penggunaannya pada 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjojo melalui PP 66/1951, dan kemudian tata cara penggunaannya diatur melalui PP 43/1958.

Meskipun telah disahkan penggunaannya sejak tahun 1951, tidak ada nama resmi untuk lambang negara itu, sehingga muncul berbagai sebutan untuk lambang negara itu, seperti Garuda Pancasila, Burung Garuda, Lambang Garuda, Lambang Negara, atau hanya sekedar Garuda. Nama Garuda Pancasila baru disahkan secara resmi sebagai nama resmi lambang negara pada tanggal 18 Agustus 2000 oleh MPR melalui amandemen kedua UUD 1945.

Makna dan Arti Lambang

Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama, yakni Burung Garuda, perisai, dan pita putih.

Burung Garuda

Burung Garuda merupakan burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu yang berasal dari India dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6. Burung Garuda itu sendiri melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda itu melambangkan kemegahan atau kejayaan.

Pada burung garuda itu, jumlah bulu pada setiap sayap berjumlah 17, kemudian bulu ekor berjumlah 8, bulu pada pangkal ekor atau di bawah perisai 19, dan bulu leher berjumlah 45. Jumlah-jumlah bulu tersebut jika digabungkan menjadi 17-8-1945, merupakan tanggal di mana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Perisai

Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia. Pada perisai itu mengandung lima buah simbol yang masing-masing simbol melambangkan sila-sila dari dasar negara Pancasila.

Pada bagian tengah terdapat simbol bintang bersudut lima yang melambangkan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Lambang bintang dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan latar berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

Di bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait pun melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.

Di bagian kanan atas terdapat gambar pohon beringin yang melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar di mana banyak orang bisa berteduh di bawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa “berteduh” di bawah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

Kemudian, di sebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng yang melambangkan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Lambang banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.

Dan di sebelah kiri bawah terdapat padi dan kapas yang melambangkan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.

Pada perisai itu terdapat garis hitam tebal yang melintang di tengah-tengah perisai. Garis itu melambangkan garis khatulistiwa yang melintang melewati wilayah Indonesia.

Warna merah dan putih yang menjadi latar pada perisai itu merupakan warna nasional Indonesia, yang juga merupakan warna pada bendera negara Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian.

Pita dan Semboyan Negara

Pada bagian bawah Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram, yang bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan negara Indonesia. Perkataan bhinneka tunggal ika merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Perkataan itu diambil dari Kakimpoi Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.

Semoga bisa nambah wawasan kita tentang negara tercinta kita ini …

setidak nya kalo nanti di tanya orang kita bisa jawab ….

Filed under: SEJARAH

Mesir negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia

Ada baiknya kita mengenang kembali sejarah yang seringkali tidak diungkapkan. Tetapi berperan sangat penting dalam perubahan status bangsa Indonesia, dari yang bangsa yang dijajah menjadi bangsa yang merdeka. Proses kemerdekaan Indonesia tidak saja ditandai dengan pembacaan proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno – Hatta yang disertai upacara pengibaran bendera yang diiringi lagu Indonesia Raya. Kemerdekaan bangsa ini belum berarti apa-apa sebelum adanya pengakuan dari negara lain. Bangsa Indonesia berutang budi pada negara-negara yang telah membantu proses kemerdekaan bangsa tersebut.

Pengakuan kedaulatan Indonesia pertama kali bukanlah dilakukan oleh negara-negara Barat, apalagi Amerika Serikat yang sering mengklaim dirinya sebagai promotor kebebasan dan jaminan HAM! Perjuangan kemerdekaan Indonesia dibantu oleh negara-negara muslim di Arab secara heroik tidak lain karena faktor Islam. Adanya kedekatan emosional (ukhuwah Islamiyyah) antara bangsa Indonesia yang tengah memperjuangkan kemerdekaannya dengan bangsa-bangsa Arab.

Mesir tercatat sebagai negara pertama yang mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kedekatan emosional tokoh-tokoh nasional seperti, M. Natsir, Sutan Syahrir, H. Agus Salim dll dengan tokoh-tokoh pergerakkan Islam di Mesir seperti Hasan Albana dengan gerakkan Ikhwanul Muslimin yang juga turut memperjuangkan kemerdekaan bumi-bumi Islam yang lainnya. Negara-negara yang tercatat sebagai pemberi pengakuan pertama kepada RI selain Mesir adalah Syria, Iraq, Lebanon, Yaman, Saudi Arabia dan Afghanistan. Selain negara-negara tersebut Liga Arab (Arab League) juga berperan penting dalam Pengakuan RI. Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab (Arab League) supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat. Alasan Liga Arab memberikan dukungan kepada Indonesia merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan.

Dukungan dari Liga Arab dijawab oleh Presiden Soekarno dengan menyatakan bahwa antara negara-negara Arab dan Indonesia sudah lama terjalin hubungan yang kekal “karena di antara kita timbal balik terdapat pertalian agama”. Sementara pernyataan Sutan Syahrir atas dukungan negara-negara Arab yang diungkapkan di Harian Ikhwanul Muslimin, Mesir pada 5 Oktober 1947 … “Adalah suatu kenyataan adanya kecenderungan mengembang dalam ummat Islam di dunia ke arah persatuan dan peleburan dalam satu persudaraan Islam yang bertujuan memutuskan rantai-rantai penjajahan asing … Indonesia menyokong Pakistan sepenuhnya. Indonesia negeri Islam dan akan berjuang di barisan kaum Muslimin.”

Pengakuan Mesir dan negara-negara Arab tersebut melewati proses yang cukup panjang dan heroic. Begitu informasi proklamasi kemerdekaan RI disebarkan ke seluruh dunia, pemerintah Mesir mengirim langsung konsul Jenderalnya di Bombay yang bernama Mohammad Abdul Mun’im ke Yogyakarta (waktu itu Ibukota RI) dengan menembus blokade Belanda untuk menyampaikan dokumen resmi pengakuan Mesir kepada Negara Republik Indonesia. Ini merupakan pertama kali dalam sejarah perutusan suatu negara datang sendiri menyampaikan pengakuan negaranya kepada negara lain yang terkepung dengan mempertaruhkan jiwanya. Ini juga merupakan Utusan resmi luar negeri pertama yang mengunjungi ibukota RI

Pengakuan dari Mesir tersebut kemudian diperkuat dengan ditandatanganinya Perjanjian Persahabatan Indonesia – Mesir di Kairo. Situasi menjelang penandatanganan perjanjian tersebut duta besar Belanda di Mesir ”menyerbu’ masuk ke ruang kerja Perdana Menteri Mesir Nokrasi Pasha untuk mengajukan protes sebelum ditandatanganinya perjanjian tersebut. Kedatangan Duta besar Belanda bertujuan mengingatkan Mesir tentang hubungan ekonomi Mesir dan Belanda serta janji dukungan Belanda terhadap Mesir dalam masalah Palestina di PBB. Menanggapi protes dan ancaman Belanda tersebut PM Mesir memberikan jawaban sebagai berikut: ”menyesal kami harus menolak protes Tuan, sebab Mesir selaku negara berdaulat dan sebagai negara yang berdasarkan Islam tidak bisa tidak mendukung perjuangan bangsa Indonesia yang beragama Islam. Ini adalah tradisi bangsa Mesir dan tidak dapat diabaikan”. Raja Farouk Mesir juga menyampaikan alasan dukungan Mesir dan Liga Arsb kepada Indonesia dengan mengatakan ”karena persaudaran Islamlah, terutama, kami membantu dan mendorong Liga Arab untuk mendukung perjuangan bangsa Indonesia dan mengakui kedaulatan negara itu”

Dengan adanya pengakuan Mesir tersebut Indonesia secara de jure adalah negara berdaulat. Masalah Indonesia menjadi masalah Internasional. Belanda sebelumnya selalu mengatakan masalah Indonesia “masalah dalam negeri Belanda”. Pengakuan Mesir dan Liga Arab mengundang keterlibatan pihak lain termasuk PBB dalam penyelesaian masalah Indonesia.

Suatu kondisi yang patut kita kritisi selang beberapa tahun dari kemerdekaan Indonesia, Israel memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 14 Mei 1948 pada pukul 18.01. Sepuluh menit kemudian, pada pukul 18.11, Amerika Serikat langsung mengakuinya. Pengakuan atas Israel juga dinyatakan segera oleh Inggris, Prancis dan Uni Soviet. Seharusnya hal yang sama bisa saja dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Uni Soviet untuk mengakui kemerdekaan Indonesia pada saat itu. Tetapi hal tersebut tidak terjadi, justru negara-negara Muslim lah yang berkontribusi konkret dalam mengakui dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Buktinya pada 11 November 1945 melalui pidato dari radio Delhi, Jinnah menginstruksikan agar tentara India Muslim tidak ikut bertempur melawan pejuang Indonesia. Akibatnya, empat hari kemudian, 400 orang tentara India Muslim melakukan disersi. Di Surabaya disersi itu melibatkan Kapten Mohammad Zia Ul-Haqq yang belakangan menjadi Presiden Pakistan. Pada 8 November itu juga Masyumi menghubungi Raja Ibnu Suud dan memohon agar beliau memaklumkan kemerdekaan Indonesia kepada jama’ah haji yang sedang wuquf di Padang Arafah dan meminta agar jama’ah haji mendoakan perjuangan bangsa Indonesia.

Simpati rakyat Mesir terhadap perjuangan di Indonesia antara lain juga diperlihatkan pada rapat umum partai-partai politik dan organisasi massa pada 30 Juli 1947, di antara pembicara bahkan terdapat (Presiden) Habib Burguiba dari Tunisia dan Allal A Fassi, pemimpin Maroko. Rapat umum itu menyetujui satu resolusi. Antara lain: (1). Pemboikotan barang-barang buatan Belanda di seluruh negara-negara Arab; (2). Pemutusan hub diplomatik antara negara-negara Arab dan Belanda. (3). Penutupan pelabuhan-pelabuhan dan lapangan-lapangan terbang di wilayah Arab terhadap kapal-kapal dan pesawat-pesawat Belanda (secara konkret poin ini dilaksanakan di Terusan Suez); (3). Pembentukan tim-tim kesehatan untuk menolong korban-korban agresi Belanda (secara konkret Mesir mengirim misi Bulan Merah ke Indonesia lengkap dengan obat, alat kesehatan dan tim dokter).

Setiap aksi Belanda di tanah air kita yang mengancam kemerdekaan Indonesia disambut dengan demonstrasi-demonstrasi anti Belanda di negara-negara Timur Tengah. Mengingat perjalanan sejarah tersebut, adalah suatu keharusan bangsa dan negara Indonesia berperan aktif dalam menyelesaian krisis di Palestina, Libanon dan negara-negara Islam lainnya khususnya di Timur Tengah. Karena ternyata Indonesia mendapatkan pengakuan internasional karena berhasil meng-image-kan diri sebagai negara berdasarkan ajaran Islam. Oleh karena itu, adalah hal yang wajar ummat Islam di Indonesia mendapatkan akomodasi lebih baik dari negara saat ini karena bangsa ini dimerdekakan oleh semangat ukhuwah Islamiyyah dari negara-negara muslim.

 

Filed under: Berita Paskibraka

Nge-tweet teman-teman PPI JP

Ucapan Terimakasih

Walikota Administrasi Jakarta Pusat | Para Founder PPI JP | Pengurus dan MPO PPI JP | Seluruh anggota PPI JP | para netter dimanapun berada ..

Admin Blog PPI JP

"... Semoga Blog ini memberikan manfaat dan informasi yang positif tentang Paskibraka, khususnya Purna Paskibraka Indonesia Kota Administrasi Jakarta Pusat. Dengan mencintai Organisasi ini adalah salah satu bentuk Jiwa Patrotisme dan Nasionalisme terhadap Bangsa dan Negara".
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.